Israel 'Terhina'oleh Foto Obama
Media Israel menayangkan gambar Presiden AS Barack Obama yang menyinggung orang Israel, dia tampak santai dengan kaki diatas meja sambil berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu via telepon.
Foto yang menggambarkan sol sepatu Obama di Oval Office Gedung Putih itu, ketika dia sedang 'mendikte' pesanannya kepada Netanyahu melalui telepon, membaca koran Israel, menurut Huffington Post.
Israel Membuat Marah AS Dengan Setujui Pembuatan Rumah Baru
Rabu, 18 November 2009 07:10 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika
Jerusalem (ANTARA News/Reuters) - Israel memicu percekcokan baru dengan Washington mengenai pembangunan permukiman Selasa dengan menyetujui pembuatan 900 rumah buat orang Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan, yang didudukinya dalam perang 1967 dan dicaplok ke kota praja Jerusalem-nya.
Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan utusan Presiden AS Barack Obama, George Mitchell, telah meminta seorang pembantu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pertemua di London, Senin, untuk menghalangi pembangunan yang diusulkan di permukiman Gilo.
Namun satu komisi perencanaan pemerintah menyetujui tambahan 900 rumah di Gilo, tempat 40.000 orang Israel yang sudah tinggal di sana.
Keputusan Israel tersebut mengundang kemarahan yang tak biasa dari Gedung Putih, yang menyatakan itu "mencemaskan" dan menuduh Israel merusak upaya Obama guna melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan Palestina, yang macet sejak Desember.
"Pada saat kami berusaha meluncurkan kembali perundingan, semua tindakan ini membuatnya jadi lebih sulit bagi berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan," kata pejabat pers Gedung Putih Robert Gibbs.
Dalam pernyataanya, Gibbs juga mengatakan Amerika Serikat keberatan dengan berlanjutnya pengusiran dan penghancuran rumah orang Palestina di Jerusalem Timur.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga mencela tindakan Israel tersebut, kata jurubicaranya, Farhan Haq. Ban percaya bahwa tindakan semacam itu merusak upaya bagi perdamaian dan mencuatkan keraguan mengenai kelangsungan hidup tentang penyelesaian dua negara bagi Israel dan Palestina, katanya.
Nabil Abu Rdaineh, pembantu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan tindakan Israel merusak kesempatan terakhir bagi proses perdamaian. Abbas telah mengatakan pembicaraan perdamaian yang macet sejak Desember mungkin hanya dapat dilanjutkan segera setelah Israel membekukan pembangunan permukiman.
Juru bicara bagi Nir Barkat, wali kota Jerusalem, tampaknya mengkonfirmasi laporan surat kabar itu mengenai permintaan Mitchall, dan mengatakan Barkat sangat keberatan dengan tuntutan Amerika agar menghentikan pembangunan di Jerusalem.
Israel menolak gambaran internasional mengenai Gilo sebagai permukiman, dan menyatakan itu adalah "lingkungan Jerusalem", kota yang diklaimnya sebagai ibu kotanya.
Sebanyak 500.000 orang Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, yang juga direbut pada 1967, di antara 2,7 juta orang Palestina.
Israel mencaplok Jerusalem Timur setelah perang 1967, tindakan yang tak diakui oleh masyarakat internasional. Palestina ingin Jerusalem Timur menjadi ibu kota negara yang mereka harap dapat mereka dirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.(*)
COPYRIGHT © 2009
Diposkan oleh
HELLO WORLD
di
5:41 PM
Harga Minyak Tembus 81 Dolar Per Barel
Kamis, 5 November 2009 05:01 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis |
Harga Minyak Tembus 81 Dolar Per Barel
Harga minyak naik/ilustrasi (ANTARA/Grafis)@
London (ANTARA News) - Harga minyak mentah dunia sempat menembus 81 dolar AS per barel pada Rabu waktu setempat karena para pedagang mencerna penurunan stok minyak mentah di Amerika Serikat yang merupakan pengguna energi utama di dunia.
seperti dilaporkan AFP, kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Desember mencapai setinggi 81,06 dolar per barel, sebelum mundur kembali ke posisi 80,17 dolar, atau naik 57 sen dari penutupan pada Selasa.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 64 sen menjadi 78,75 dolar per barel. Pemerintah AS, Departemen Energi (DoE) mengumumkan Rabu, bahwa cadangan minyak mentah AS merosot empat juta barel dalam pekan yang berakhir 30 Oktober.
Itu mengalahkan ekspektasi pasar untuk penambahan sekitar 1,4 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.
DoE menambahkan bahwa ada juga penurunan kecil dalam stok bensin dan produk sulingan, yang termasuk bahan bakar pemanas dan diesel.
Dalam perdagangan sebelumnya pada Rabu, harga minyak telah naik kembali di atas 80 dolar mengantisipasi laporam mingguan persediaan energi AS.
Namun, analis Purvin and Gertz Victor Shum mengatakan harga tidak akan terus di atas 80 dolar karena kekhawatiran tentang permintaan energi lemah di tengah sinyal bervariasi pada keadaan ekonomi global.
"Ketika minyak semakin dekat dengan level 80-dolar dan pasar cenderung untuk memfokuskan lebih pada tingginya persediaan minyak mentah dan bahan bakar secara global, sulit untuk gelombang melalui 80 dolar dan mempertahankannya di atas level 80-dolar," kata Shum.
Harga minyak telah melompat pada Selasa karena komoditas mendapatkan dorongan dari emas berjangka, yang melanda serangkaian rekor tertinggi.
Harga emas melonjak ke rekor puncak 1.095,80 dolar per ons pada ,Rabu di bangun dari penjualan besar-besaran logam mulia Dana Moneter Internasional ke India.
Emas sudah mencapai rekor tingginya 1.087,80 dolar pada hari Selasa karena IMF mengatakan mereka telah menjual 200 ton emas ke bank sentral India selama dua minggu untuk periode bulan lalu 6,7 miliar dolar untuk mendukung dengan keuangan.
Setelah mencpai tertinggi baru pada 1545 GMT Rabu, emas kemudian menarik kembali ke 1.090 dolar di perdagangan London.
Emas dan harga komoditi lain melonjak dalam beberapa bulan terakhir di tengah pergerakan dolar yang telah merosot. Langkah dipercepat oleh laporan bahwa negara-negara Teluk dapat menghentikan penggunaan greenback untuk perdagangan minyak.
Logam juga memenangkan dukungan dari khawatir atas kemungkinan lonjakan inflasi, seperti emas dianggap oleh investor sebagai penyimpan nilai aman. (*)
COPYRIGHT © 2009
Diposkan oleh
HELLO WORLD
di
4:59 PM
Harga Emas Melonjak ke Rekor Tinggi Baru
Rabu, 4 November 2009 06:02 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis |
Harga Emas Melonjak ke Rekor Tinggi Baru
Harga emas melonjak/ilustrasi (ANTARA/Grafis/Ardika)@
New York (ANTARA News/AFP) - Harga emas melonjak ke harga rekor tinggi baru 1.085,07 dolar per troy ounce pada Selasa, sehari setelah pengumuman penjualan besar-besaran emas oleh Dana Moneter Internasional (IMF) ke India.
Harga emas di London mencapai 1.085,07 dolar per troy ounce dan harga di New York mencapai 1.084,70 dolar per troy ounce, memecahkan rekor yang dibuat bulan lalu.
Lonjakan terakhir datang setelah IMF mengumumkan penjualannya sebanyak 200 ton emas kepada bank sentral India selama periode dua pekan bulan lalu dengan total nilai 6,7 miliar dolar AS untuk meningkatkan keuangannya.
IMF mengatakan transaksinya, yang sedang dalam proses penyelesaian itu, mencakup penjualan harian yang berlangsung dua pekan selama 19-30 Oktober.
Pejabat senior IMF mengatakan IMF "beruntung" dalam penjualan 200 ton emas itu ke India, yang mendapatkan harga bruto 1.045 dolar per ounce. Transaksi itu merepresentasikan sekitar setengah dari rencana penjualan cadangan emasnya.
Bart Melek dari BMO Capital Markets mengatakan penjualan besar kepada India itu memberi sinyal kepada teori "ada pembeli resmi yang menunggu membawa sejumlah besar emas yang masih tersedia."
"Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah yang akan membeli sisa emas milik IMF itu?" kata Melek dalam catatannya kepada para kliennya.
"Kami menduga itu bisa jadi China, negara Asia lainnya, Rusia atau India lagi, karena mereka memegang emas relatif terlalu sedikit terkait dengan cadangan devisanya yang sangat besar, dan mungkin menginginkan untuk mendiversifikasi dari hanya sekadar dolar AS."
Emas dan harga komoditas lainnya telah mulai naik di bulan-bulan terakhir ini di tengah gerakan menjauhi dolar AS, yang dinilai telah suram.
Gerakan itu meningkat cepat pada bulan lalu setelah ada berita bahwa negara-negara Teluk mungkin menghentikan menggunakan dolar AS untuk transaksi perdagangan minyaknya.
Emas meningkat juga mendapat dukungan dari ketakutan adanya inflasi yang lebih tinggi karena logam mulia itu secara luas dihargai investor sebagai simpanan yang aman nilainya.(*)
COPYRIGHT © 2009
Diposkan oleh
HELLO WORLD
di
4:57 PM
